Tuhan Ada Berapa?

28 March 2016 4 Comments

godsAda pemandangan menarik pada suatu pertandingan sepak bola antara Indonesia melawan Filipina yang pernah saya tonton. Di babak kedua, Yabes, pemain cadangan yang baru masuk menyerang lewat sayap kanan, menusuk ke jantung pertahanan lawan, kemudian menembak ke arah gawang dari sudut sempit. Gol! Yabes segera menuju ke sudut lapangan. Ajakan rekan satu timnya untuk membuat perayaan dia tampik. Ia segera berlutut, lalu berdoa sejenak, dengan cara Kristen. Di sampingnya, rekan Yabes ikut merayakan gol tadi dengan sujud syukur, cara Islam.

Nalar saya tergelitik melihat pemandangan itu. Ada dua manusia yang berdampingan, memuja Tuhan dengan cara yang berbeda. Ada berapa Tuhan saat itu? Satu? Dua? Kalau satu, kenapa disembah dengan 2 cara? Kalau dua, Tuhan yang mana yang tadi mengizinkan terciptanya gol?

Seorang rekan berkomentar,”Tuhan hanya satu.” Saya mencoba menggali penjelasan logisnya. Tapi pada akhirnya ia hanya menjabarkan konsep imannya sebagai seorang  muslim. Saat saya tanya, kenapa satu Tuhan disembah dengan dua cara, ia mulai berdalil bahwa yang benar adalah cara Islam, karena cara Kristen adalah cara yang sudah direvisi oleh Islam. Saya hanya bisa tersenyum.

Setiap orang yang bertuhan mengklaim seperti itu. Klaimnya adalah Tuhan saya yang paling sahih. Tuhan orang lain itu pasti salah. Atau, cara saya memahami Tuhan adalah yang paling benar. Cara orang lain salah. Kalau kita mau hitung, ada lebih dari 5000 Tuhan yang disembah manusia, dan para penyembah itu masing-masing mengklaim bahwa Tuhannya lah satu-satunya yang benar. Tidakkah para penyembah Tuhan itu sadar bahwa orang lain pun punya klaim yang sama? Tidakkah mereka berpikir bahwa bila Tuhannya adalah satu-satunya yang benar, maka Tuhannya hanya sanggup menunjuki sebagian kecil dari umat manusia, karena di luar sana ada lebih banyak orang yang tidak menyembah Tuhan yang ini? Pilihlah satu Tuhan, maka kau akan menjadi minoritas di tengah para penyembah Tuhan.

Pembicaraan tentang Tuhan memang tak pernah berujung, lalu membuat gerah. Orang-orang pun berdalih,”Akal kita terlalu terbatas untuk bisa membahas Tuhan.” Bukan. Kita tidak sedang membahas Tuhan. Kita sedang membahas apa yang kau pikirkan tentang Tuhan.

“Akal kita terlalu terbatas untuk memahami Tuhan.”

“Kalau begitu, kenapa kau merasa paham tentang Tuhan?”

“Aku tidak memakai akal dalam memahami Tuhan. Aku mengikuti petunjuk dari Tuhan, dari kalamNya.”

“Tidak. Kau sedang mengikuti sesuatu yang kau anggap sebagai kalam Tuhan. Hal itu pun bagian dari pemahamannu tentang Tuhan. Itu adalah bagian dari circular logic mu tentang Tuhan.”

‘Aku beriman kepada Tuhan yang telah memberiku petunjuk melalui firmanNya, yang tertuang dalam kitab suci yang aku imani.’

Para penyembah Tuhan banyak yang tidak menyadari bahwa fondasi paling dasar dari iman mereka sebenarnya bukan pada kepercayaan pada Tuhan, melainkan pada pembawa kabar tentang Tuhan, yang dalam hal agama samawi adalah para nabi. Mereka enggan mengakui bahwa Tuhan sebenarnya hanyalah sesuatu yang mereka anggap Tuhan. Dalam bahasa yang lebih vulgar, orang-orang beriman enggan mengakui bahwa Tuhan adalah sesuatu yang diciptakan oleh pikiran manusia.

Orang-orang beriman dikungkung oleh sekat-sekat tembok iman yang enggan mereka akui keberadaannya, meski tembok-tembok itu hadir begitu nyata di depan mereka. Kalau akibatnya hanya sebatas pada pemujaan seperti yang dilakukan Yabes dan rekan satu timnya seperti saya gambarkan di bagian awal, sungguh tak jadi masalah. Namun kalau sampai menimbulkan perang berkepanjangan seperti Perang Salib, sungguh patut disesalkan.

4 thoughts on “Tuhan Ada Berapa?”

  1. Well, menurut sy, Tuhan itu menyentuh manusia dengan berbagai cara, ibarat byk jalan menuju roma, apakah Tuhan membimbing umatNya hanya dengan 1 jalan saja ? Sy rasa Tuhan jauhhh lebih kreatif dari itu, dari kita2 semua….
    Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai rupa, sifat, dan bahkan berbagai ras, orang kulit putih ciptaan Tuhan kan ? Orang kulit hitam ciptaan Tuhan kan ? Orang kulit kuning ciptaan Tuhan juga kan ?
    Nahh, apakah Tuhan hanya menciptakan 1 jalan untuk jalan menujuNya ? Tentu tidak ! Hanya keegoisan manusia yg menyatakan hanya agamanya yg benar, dan satu2nya jalan menuju Tuhan.
    Nah apakah semua agama itu benar ? Belum tentu, agama itu manusia yg menyebarkan, dan bisa diselewengkan, tinggal AKAL SEHAT dan NURANI manusia yang bisa membedakan benar atau tidaknya agama tersebut.
    Semoga kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik, dan membagi kebaikan dengan sesama kita tanpa pandang agama, ras, atau warna kulit, toh semua itu ciptaan Tuhan.
    Amin.

  2. amiin..
    bahkan saya yakin Tuhan pun gak perlu agama….karena agama justru menunjukan ketidak kuasaan Tuhan…jika masih ada banyak agama…

  3. Kalau menurut saya Tuhan itu satu. Tapi dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda oleh manusia. Seperti kisah tiga orang buta melihat gajah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *