Tuhan Yang Maha Usil

Suatu hari seorang kawan menulis di sebuah mailing list. “Eh benar, lho. Ternyata ceramah Ustaz X itu benar. Sedekah ternyata bisa menghindarkan kita dari bencana,” tulisnya. Apa ceritanya? “Beberapa hari ini saya rutin bersedekah, sambil berdoa agar dijauhkan dari bencana. Nah, kemarin saya tertinggal tas di stasiun. Setelah sadar saya balik lagi. Ternyata tas saya disimpankan oleh petugas keamanan,” ceritanya.

Para anggota mailing list banyak yang berkomentar lucu terhadap tulisan tersebut. Tak ada yang menganggapnya serius. Tapi si penulis tetap pada keyakinannya bahwa ia akan terhindar dari berbagai jenis bahaya dengan memperbanyak sedekah.

Penulis tadi bukan satu-satunya orang yang percaya pada hal tersebut, bahwa sedekah bisa menolak bencana. Tidak sedikit ustaz yang mengajarkan hal ini, beserta dalil-dalil pendukung ajarannya. Tuhan digambarkan seperti sesuatu yang “usil”, yang akan mencelakakan manusia, kecuali bila manusia itu berbuat baik, di antaranya sedekah. Tuhan juga digambarkan akan memberi azab kepada manusia yang enggan menjalankan perintahnya.

Waktu saya hendak pergi berangkat umrah, ustaz juga bercerita tentang hal senada. Katanya, kalau berumrah, banyak hal akan dimudahkan Allah. Ia kemudian bercerita tentang orang-orang yang sukses berbisnis, juga yang naik jabatan karena pergi umrah. Sebaliknya, ada yang dikenai banyak kerugian, sampai anaknya “diambil”, karena tak kunjung ingat kepada Allah.

Sepertinya ini adalah konsekuensi konsep ketuhanan yang memandang bahwa “segala sesuatu terjadi karena kehendak Tuhan”. Tuhan digambarkan sebagai zat yang memiliki kekuasaan penuh atas segala sesuatu, bertindak secara mikro. Ia mendengar doa setiap orang, mengabulkan atau menolaknya. Dalam hal mengabulkan, Ia bisa saja “melanggar” hukum-hukum yang biasa dipahami manusia.

Tuhan juga aktif memantau perilaku hambaNya, satu demi satu. Ia memberi imbalan atas kebaikan, atau hukuman atas keburukan.

Hampir semua agama punya konsep ini. Tuhan harus dibuat senang dengan ritual-ritual. Saat terjadi bencana, manusia harus minta ampun atas dosa-dosanya, lalu meminta Tuhan untuk menghentikan bencana itu.

Tuhan menjadi sangat personal dalam segala kemahaan.

3 thoughts on “Tuhan Yang Maha Usil

  1. Umi laksmono

    Kita bersedekah bkn krn ingin mendptkn keberuntungan dr Thn. Tp kita bersedekah krn kita telah mendptkan rejeki yg melimpah dr Thn ,sbg suatu ucapan syukur atas rejeki yg kita telah terima. Kalo kita memberi banyak, bkn spy kita akan medptkn imbalan yg lbh banyak dr Thn. Ttp kalo kitamemberi lbh banyak pasti akan lbh banyak org yg akan menerima sedekah kita.
    Selamat bersedekah

    Reply
    1. Umi laksmono

      Kita bersedekah bkn krn ingin mendptkn keberuntungan dr Thn. Tp kita bersedekah krn kita telah mendptkan rejeki yg melimpah dr Thn ,sbg suatu ucapan syukur atas rejeki yg kita telah terima. Kalo kita memberi banyak, bkn spy kita akan medptkn imbalan yg lbh banyak dr Thn. Ttp kalo kitamemberi lbh banyak pasti akan lbh banyak org yg akan menerima sedekah kita.
      Selamat bersedekah

      Reply
  2. Nesta

    Salam .., bukan nya Allah yg Maha Kehendak bang? Semua Kehidupan dan isi Alam semesta di atur oleh Nya, bukan hanya mikro, sampai super mikron pun Alah yg Atur. Bumi dan segala yg mati pun Allah yg Atur. Udara, air , tanah bisa di olak alik, jika Allah berkehendak mencabut nyawa manusia bisa kapan saja. Dan Dia Allah yg Maha Agung, tidak butuh di agungkan, karena Dia sudah Agung,

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *