The Religion of Gathukology

4 November 2015 0 Comments

gathukMaurice Bucaille, lalu kini Adnan Oktar aka Harun Yahya, dan Zakir Naik, adalah orang-orang yang menafsirkan Quran dengan cara mencocok-cocokkannya dengan sains. Mereka tidak hanya menafsirkan sains secara serampangan, tapi juga menafsirkan Quran secara serampangan.

Salah satu ayat yang ditafsir adalah QS 27:88: “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.” Kata kunci dalam ayat ini adalah “gunung” dan “berjalan”. Binggo! Kedua kata kunci ini juga ada pada teori pergerakan pelat tektonik. Dalam teori ini disebutkan bahwa kerak bumi ini terdiri atas potongan-potongan yang mengapung di atas “lautan” magma, mereka bergerak, dan sesekali bertumbukan. Gunung, menurut pada penafsir, bergerak bersama kerak bumi itu, sehingga tepatlah bila disebut berjalan.

Tapi, apa sebenarnya yang dibahas ayat ini? Coba cek ayat sebelumnya, nomor 87. Jelas sekali bahwa ayat ini bercerita tentang kejadian kiamat. Ketika sangkakala ditiup, maka semua yang ada di langit dan di bumi ketakutan. Lalu, di ayat 88, gunung-gunung yang kamu sangka (akan kokoh) diam di tempatnya, akan berhamburan seperti awan. Ayat selanjutnya bercerita tentang proses pengadilan akhirat. Hal senada juga dibahas dalam ayat 70:43, juga tentang kiamat.

Bagi saya ini menyedihkan, karena merupakan penyelewengan terhadap pesan yang hendak disampaikan Quran. Allah menyampaikan kabar tentang kiamat, yang seharusnya memberikan penyadaran dan penguatan iman tentang kiamat, justru pesan itu jadi melenceng ke hal lain yang tidak dipesankan oleh Quran.

Sayangnya, banyak orang bersikap seolah-olah tafsir gathukan ini adalah kebenaran Quran itu sendiri. Kalau tafsir ini dikritik, kita dianggap sedang mengritik Quran itu sendiri. Mereka takut menghadapi kenyataan bahwa tafsir ini salah. Seakan kalau tafsir ini salah, maka Quran lah yang salah. Padahal, tafsir sangat boleh dikritik dan sangat mungkin bisa salah.

Gathukulogi sudah menjadi agama tersendiri. Agama yang tidak boleh dikritik, dan tidak mungkin salah.

One thought on “The Religion of Gathukology”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *