Terjebak di Lingkaran Masalah

Dalam mendorong kebiasaan proaktif, Steven Covey memperkenalkan konsep lingkaran kepedulian (circle of concern) dan lingkaran pengaruh (circle of influence). Lingkaran kepedulian adalah hal-hal yang mengusik kepedulian kita, tapi kita tidak punya pengaruh untuk mengubahnya. Adapun lingkarang pengaruh adalah hal-hal di mana kita punya kekuatan untuk mengubahnya.

Orang proaktif berfokus pada lingkaran pengaruh. Ia menghabiskan energinya untuk mengubah banyak hal. Tidak hanya itu. Ia juga menggunakan energinya untuk memperluas lingkaran pengaruhnya, membuat ia bisa mengubah lebih banyak hal lagi.

Orang yang fokus pada lingkaran kepedulian energinya habis untuk merisaukan hal-hal yang tidak bisa dia ubah. Tidak ada hal yang berubah. Hari-hari mereka adalah hari-hari penuh dengan kerisauan abadi.

Dalam pelatihan untuk para manager selama 2 hari kemarin, dalam diskusi selalu saja muncul keluhan yang masuk kategori wilayah kepedulian, bukan wilayah pengaruh. Keluhan selalu berkisar soal top manajemen yang dianggap tidak peduli, atau tidak konsisten. Lalu keluhan soal budget yang minim, atau kekurangan SDM.

Lalu apa? Mereka semua menganggap masalah ada di luar diri mereka. Tidak ada hal yang bisa mereka ubah. Mereka sedang terjebak di lingkaran masalah, menderita di situ, tapi tidak tahu cara keluar.

Dalam diskusi sesi terakhir kemarin saya ajak mereka untuk berhenti sejenak dari mrnjadikan manajemen, budget, dan kekurangan SDM sebagai kambing hitam. Saya ajak mereka berpikir dalam lingkup wewenang, ketersediaan personil, serta dana yang mereka miliki. Saya minta mereka kreatif mencari solusi. Hasilnya, ada satu dua yang berhasil memunculkan gagasan solusi, namun sebagian besar masih buntu.

Apakah masalah top management itu adalah ilusi saja? Bisa iya bisa tidak. Kalaupun itu masalah nyata, mereka harus identifikasi, bisa tidak mereka mengubahnya.

Sering kita menganggap masalah top management itu tak bisa disentuh. Maka itu wilayah lingkaran kepedulian. Sikap yang harus diambil, seperti saya jelaskan di atas, adalah mengembangkan kreatifitas di wilayah pengaruh.

Namun sebenarnya mereka masih punya peluang untuk memperluas wilayah pengaruh, dengan membuat usulan perubahan, kemudian berargumen meyakinkan manajemen. Masalahnya, kebanyakan mereka tidak berani. Kenapa? Tidak yakin bisa meyakinkan. Tidak sanggup berargumen.

Masih ada waktu sehari ini untuk membongkar semua masalah mind set itu. Saya ingin mengajak mereka keluar dari perangkap lingkaran masalah, menuju ke lingkaran solusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *