Sashimi

Maguro sashimi setelah dihias.

Sashimi, ditulis 刺身. Sashi (刺) artinya tusuk, potong, dan 身artinya daging. Ini adalah makanan Jepang, berupa daging yang dipotong-potong dan dimakan begitu saja, tidak dimasak. Biasanya untuk kata “potong” digunakan kata kiri (切), tapi pada kata sashimi digunakan kata sashi yang artinya tusuk. Kata tusuk dipilih karena proses pemotongan dagingnya berbeda dengan pemotongan biasa. Untuk sashimi digunakan pisau khas yang disebut houchou (包丁).

Sashimi kadang juga disebut otsukuri (お造り). Konon ini istilah yang lebih disukai wanita. Tsukuri artinya membuat (masakan). Kata ini terdengar lebih sopan dan nyaman dibandingkan dengan sashi. Karena itu wanita lebih cenderung menyebutnya otsukuri ketimbang sashimi.

Makan daging mentah, bagi kita orang Indonesia adalah sesuatu yang sulit dibayangkan. Tapi di situlah keistimewaan sashimi. Makanan ini adalah ekspresi si tukang masak bahwa ia dapat menyediakan bahan masakan yang benar-benar segar. Sashimi menjanjikan cita rasa asli bahan makanan. Penyantapnya benar-benar menikmati rasa bahan makanan itu, bukan rasa bumbu penyedap.

Proses penyiapan sashim dimulai dengan pembelahan ikan yang disebut oroshi. Ikan dibelah memanjang, dikuliti, lalu dibelah lagi memanjang sampai diperoleh ukuran penampang kira-kira 2×3 cm. Potongan panjang ini kemudian dipotong melintang, jadilah sashimi.

Membelah ikan maguro untuk dibuat sashimi.

Membelah ikan maguro untuk dibuat sashimi.

Potongan maguro yang siap disajikan.

Potongan maguro yang siap disajikan.

Sashimi tersebut ditata dalam piring dan dihias (moritsuke). Hasilnya adalah seperti di bawah ini.

Salmon.Salmon.

Sashimi umumnya terbuat dari daging ikan, dan umumnya ikan laut. Ikan laut yang biasanya dibuat sashimi adalah tuna (maguro), salmon (shake), kakap (tai), kembung (aji), dan masih banyak lagi jenis yang lain. Selain itu udang (ebi), cumi (ika), dan gurita (tako) juga dibuat sashimi. Sashimi dapat dihidangkan sendiri-sendiri, dan dapat pula dihidangkan dalam bentuk campuran beberapa jenis daging, yang disebut moriawase.

Namun sesuai dengan namanya, yaitu daging potong, sashimi tidak terbatas pada daging ikan saja. Daging sapi (gyuniku) dan daging ayam juga bisa dibuat sashimi. Beberapa daerah tertentu menyajikan sashimi khas setempat, seperti sashimi (basashi) daging kuda di Kumamoto. Selain itu ada pula sashimi yang sebenarnya bukan daging, seperti sashimi rebung (takenoko), lobak (daikon) dan lain-lain.

Sashimi dimakan dengan kecap asin (shoyu) ditambah parutan wasabi. Wasabi ini adalah akar sejenis rumput gunung. Parutannya ditambahkan pada sashimi, selain untuk menetralisir bau khas ikan, juga untuk menetralisir racun dan bakteri. Bisa pula ditambahkan perasan air jeruk nipis atau lemon.

Akar wasabi.Akar wasabi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *