Sadar Kompetensi

10 June 2016 0 Comments

komp

 

 

 

 

Saya sering bertanya pada mahasiswa, nanti kalau sudah lulus mau jadi apa? Mau kerja sebagai apa? Sebagian dari mereka menjawab tidak tahu. Sebagian lagi menjawab ingin jadi ini dan itu, tapi ketika ditanya tentang apa kompetensi yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan tersebut, mereka tidak tahu. Mereka hanya bermimpi ingin menjadi sesuatu, tapi tidak menempuh jalan menuju impian tersebut. Itu namanya mimpi kosong.

Ada kawan saya mahasiswa jurusan komunikasi. Dia ingin jadi wartawan. Maka dia fokus menekuni kuliah-kuliah yang akan menjadi bekal untuk jadi wartawan. Mata kuliah pilihan yang dia ambil semua terkait dengan persiapan menjadi wartawan. Dia kemudian memang jadi wartawan setelah lulus.

Seperti itulah cara menempuh jalan menuju mimpi Anda.Tanpa upaya itu maka mimpi Anda adalah mimpi kosong belaka. Bila kebetulan cita-cita Anda tidak paralel dengan jurusan kuliah maka Anda harus belajar ekstra, dari sumber-sumber di luar kuliah.

Bagaimana mengetahui kompetensi yang diperlukan untuk suatu pekerjaan yang Anda inginkan? Baca! Artikel-artikel soal ini banyak bertenaran di internet. Stay in touch with your future! Bergaullah dengan orang-orang yang sudah bekerja di bidang yang ingin Anda tuju, baik secara nyata maupun virtual. Pergaulan itu sekaligus membuatkan Anda jaringan untuk masuk ke dunia kerja. Ingat, jaringan sangat penting dalam mencapai sukses.

Waktu kuliah dulu IP saya pas-pasan. Tapi saya sadar soal kompetensi. Saya memahami struktur ilmu fisika yang saya pelajari. Saya menguasai kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang sarjana fisika, di antaranya menguasai sistem pengukuran serta analisa dan interpretasi data hasil pengukuran. Makanya ketika masuk bekerja sebagai field engineer di industri minyak saya tenang saja. Semua prinsip kerja yang merupakan prinsip pengukuran sudah saya kuasai. Saya hanya perlu belajar know how saat menggunakan alat ukur yang spesifik.

Di sisi lain, untuk jalur karir di dunia riset saya juga siap. Saya bisa menyusun proposal riset, dan sama seperti di atas saya bisa membangun sistem pengukuran dalam eksperimen fisika. Maka saya tidak kesulitan dalam wawancara seleksi penerima beasiswa.

Selain itu, bahasa Inggris skornTOEFL saya 570. Saya sudah biasa menulis di media massa. Saya juga sudah biasa berpidato atau presentasi di depan orang banyak, bahkan sanggup memberi training.

Begitulah. Mahasiswa harus sadar kompetensi apa yang harus mereka bangun, dan menempuh jalan untuk membangunnya. Ada kompetensi inti, ada pula kompetensi tambahan. Tanpa hal itu, sebaiknya Anda berhenti kuliah saja. Karena lulus sarjana pun kemungkinan Anda akan jadi pengangguran saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *