Never Give Up Killing People

MuhammadAlFatihTotalWar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Tadi malam anakku Sarah ikut acara “mabid”, menginap di sekolah. Ini acara pembinaan mental bagi para siswa. Pagi-pagi waktu saya jemput saya tanya.
 
“Apa acara tadi malam?”
 
“Tausiyah, salat malam.”
 
“Apa isi tausiyahnya?”
 
“Salah satunya cerita tentang Muhammad Al-Fatih, yang tidak menyerah. Ia berusaha menaklukkan Konstantinopel. Sejak kakeknya belum juga berhasil, tapi ia tidak menyerah. Never give up. Akhirnya ia berhasil.”
 
“So, he was a hero?”
 
“Yes, he was.”
 
“Do you know what he did when he got there?”
 
“No.”
 
“He killed people.”
 
Sarah terdiam.
 
“So he didn’t give up to kill people.”
 
Sarah tampak bingung. Gurunya mengajarkan bahwa Al-Fatih adalah pahlawan. Tapi saya menyebutnya membunuh orang. Maka saya jelaskan.
 
“Ya, dia memang pahlawan. Tapi pahlawan zaman dulu, ketika penaklukan-penaklukan dianggap sebagai kemuliaan. Glory. Untuk menaklukkan pembunuhan dibenarkan. Kini tidak lagi. Kita hidup cukup dengan saling membangun, bukan saling menaklukkan. Karena itu tidak perlu lagi menganggap para pembunuh sebagai pahlawan.”
 
“Tapi bukankah nabi juga berperang?”
 
“Ya, nabi berperang untuk mempertahankan diri. Hanya itu yang dibenarkah Allah. Kalau kemudian ada yang melakukan penaklukan-penaklukan, gagasan itu berasal dari kebutuhan manusia pada waktu itu, untuk menguasai dunia. Sekali lagi, kita tidak memerlukan itu.”
 
Saya lanjutkan. “Coba bayangkan kalau cara itu kita pertahankan. Misalnya kita menyerang Singapura, atau Australia, atas nama dakwah Islam. Demi menyebarkan Islam. Kamu suka kalau kita berperang?”
 
“Nggak.”
 
“Makanya. Kita tidak perlu berperang. Islam bisa didakwahkan dengan menebar kebaikan, bukan kematian.
 
Sarah terdiam lagi.
 
“Ada banyak contoh lain tentang “never give up” yang bisa kamu ingat. Ayah dulu tertahan keinginan Ayah, gagal dalam tes untuk sekolah ke luar negeri. Ayah tidak menyerah. Tujuh tahun kemudian baru berhasil. I did not give up. Cerita-cerita inspiratif orang-orang yang tidak menyerah untuk hidup dan kehidupan lebih penting untuk diingat.”
 

3 thoughts on “Never Give Up Killing People

  1. abdillah abror

    Kang Hasan, pendapat anda bisa jadi didukung oleh jutaan orang, tapi tahukah anda bahwa anda menyelisihi satu orang yang mengatakan bahwa pembuka konstantinopel adalah sebaik – baik raja dan orang itu adalah Rasulullah SAW ? Rasulullah sendiri yang bersabda bahwa pembuka konstantinopel adalah sebaik – baik raja. Kasihan Sarah…..

    Reply
    1. Tengku Nasir Adenan

      Tapi kita tidak memiliki constantinopel sekarang..??? , saya berpendapat perbuatan iti tidak di Ridhoi..

      Reply
  2. Iretanti Siswondo

    Kasihan teman2 Sarah yang tidak sempat berdialog seperti ini dan membahas apa yg sudah dia dapat di luar rumah dengan ayah dan/atau ibunya.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *