Muslim Pasti Masuk Surga

Kita sering mendengar doktrin ini, bahwa muslim pasti masuk surga. Menerima Allah sebagai Tuhan, dan Muhammad sebagai Rasul, memastikan Anda akan masuk surga, kelak diakhirat. Hanya saja jalannya bermacam-macam. Ada yang langsung masuk. Ada pula yang harus menjalani hukuman siksa neraka dulu, sampai semua dosanya terbayar, baru boleh masuk surga. Lama hukuman tergantung pada banyaknya dosa.

Adapun orang kafir, yaitu yang tidak bersyahadat, tidak akan masuk surga. Sebanyak apapun amal baik mereka, tidak akan dihitung. Mereka akan langsung masuk neraka. Lalu kekal di dalamnya.

Aneh? Tidak. Lumrah saja kalau ajaran agama mana pun membuat klaim begitu. Bayangkan kalau Tuhan suatu agama mengajarkan,”Hai manusia, sembahlah Aku. Tapi kalau kamu mau menyembah yang lain juga boleh, kok.” Konyol juga kalau ajaran suatu agama mengatakan bahwa yang menjalankan ajaran agama tersebut dan yang menolaknya, semua akan mendapat imbalan surga.

Pada dasarnya semua agama punya klaim yang sama tentang kebenaran. Agama kami adalah agama yang paling benar. Sejauh yang saya tahu, tidak ada agama yang menyatakan bahwa agama lain juga benar, Tuhan lain juga boleh disembah.

Jadi, bagi umat Islam, jangan merasa pongah dengan klaim itu. Biasa saja. Kalau Anda memandang umat lain seperti itu, jangan merasa hebat. Kalau Anda merasa bahwa Anda akan masuk surga, umat lain juga merasa begitu. Kalau Anda menganggap umat lain akan masuk neraka, maka sadarilah bahwa mereka juga menganggap Anda masuk neraka.

Sama halnya, kalau Anda menganggap kitab suci agama lain salah, sadarilah bahwa mereka juga menganggap kitab suci Anda salah. Cobalah baca kitab suci agama lain. Anda akan temukan kesalahan, kejanggalan, bahkan kekonyolan. Begitulah pula perasaan umat lain ketika mereka membaca kitab suci Anda.

Jadi jangan merasa pongah dengan kebenaran agama Anda.

Nah, bagian terskit dari agama adalah yakin dengan kebenaran ajaran agama kita, tapi legawa terhadap ajaran agama lain. Dalam bahasa Islam, lakum diinukum waliyadiin. Bagi kamu agamamu, bagiku agamaku. Mari jalani sendiri-sendiri.

Lebih sulit lagi, bergaullah dengan mereka, orang yang berbeda agama dengan kita, secara makruf, secara baik. Banyak orang menganggap hina orang yang berbeda agama dengan dirinya. Mereka ahli neraka, maka mereka itu hina. Bahkan, ada yang menganggap orang yang beda agama itu musuh. Ini yang berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *