Menolak Ahok dengan Kebingungan

tolakOrang-orang yang menolak Ahok sering mengeluh. “Kami berhak memilih pemimpin sesuai kriteria yang kami sukai. Jadi jangan halangi hak-hak kami,” kata mereka. Lho, emang siapa yang menghalangi hakmu? Orang-orang yang mendukung Ahok sebenarnya cuma bereaksi. Mereka mendukung, kalian menyerang dengan tuduhan tidak islami dan sejenisnya. Maka mereka bereaksi. Kalau kalian bersikap sama dengan yang kalian tuntut, masalahnya selesai. Kalian cari pemimpin sesuai kriteria yang kalian suka, para pendukung Ahok juga begitu. Nanti tinggal diuji di pilkada. Yang dapat suara banyak, dialah yang menang.

Tapi kenapa masih sewot terus? Mereka sebenarnya sedang bingung. Pokoknya jangan sampai Ahok jadi gubernur. Tapi siapa yang bisa lawan Ahok? Uh, ada Ridwan Kamil. Dia muslim dan populer. Kerjanya bagus. Tapi aduh celaka, dia ternyata tidak mau. Dia masih ingin kerja untuk Bandung. Ah, sialan benar. Padahal kalau Kamil mau, kita kan punya banyak stok muslim untuk menggantikan dia di Bandung.

Oh ya, ada Risma. Dijamin keren, deh. Tapi celakanya Risma juga tidak mau. Aduh biyuuuuuung. Jadi siapa doooooong?

Calon kuat sekarang tinggal Yusril. Kuat? Kuat apanya? Mereka sadar sendiri bahwa Yusril tidak punya modal. Akhirnya dia ambil formulir penjaringan calon dari PDIP. Hehehehe, itu formulir yang resmi ditolak Ahok, karena dia tidak mau didikte oleh PDIP maupun partai manapun. Tapi, kalau Yusril mau ambil formulir, apakah berarti ia bersedia didikte? Kemungkinan besar begitu.

Tapi ini kan PDIP? Partai yang selama ini dituduh sebagai musuh Islam? Ini juga partai yang selama ini digembar-gemborkan sebagai partai paling korup. Apa nggak malu kalau sekarang calon dari umat Islam mencari dukungan dari partai musuh Islam? Dan jangan lupa, ini partainya Jokowi. Yusril yang selama ini mengritik Jokowi, mencalonkan diri dari partai pengusung Jokowi? Jokowi selama ini diejek petugas partai, kalau Yusril apa dong?

Dengan segala manuver itu pun Yusril belum tentu dicalonkan oleh PDIP. Juga oleh Gerindra. Sementara itu partai-partai Islam tidak pernah menunjukkan tanda bahwa mereka tertarik pada Yusril. Siapa yang akan dicalonkan oleh partai-partai Islam? Mereka sama bingungnya dengan Yusril.

Semua orang anti-Ahok sedang bingung. Siapa yang bisa mengalahkan Ahok, itulah yang mereka cari. Sandiaga Uno? Hehehe. Ahmad Dhani? Ente mesti segera ukur suhu badan kalau berpikir mencalonkan Dhani. Kalau perlu periksa darah. Jangan-jangan ente lagi kena demam berdarah. Sanusi? Upst, sayang, pasien KPK tidak bisa dicalonkan.

Jadi kalau kaum anti-Ahok rada sensitif, maklumi aja. Mereka sedang galau. Bisa dipastikan bahwa mereka akan makin rajin mengumbar ayat. Biarkan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *