Mengapa Kamu tidak Beriman?

21 June 2016 0 Comments

“Mengapa kamu tidak beriman? Tidakkah kamu takut pada siksa neraka?” Tidak. Orang yang tidak beriman, tentu tidak percaya pada Tuhan. Atau dia tidak percaya pada Tuhan yang kau imani. Maka ia tidak takut pada neraka, atau tidak takut pada neraka yang kau imani. Ia juga tidak percaya pada adanya surga seperti yang kau idamkan.
 
“Mengapa kamu tidak beriman? Tidakkah kau bersyukur pada Tuhan yang telah menciptakanmu? Juga menciptakan alam semesta ini untuk kamu.” Orang tidak beriman, tentu tidak percaya bahwa ia diciptakan oleh Tuhan, atau oleh Tuhan yang kamu imani. Jadi, apa yang mesti dia syukuri?
 
“Ah, tidak begitu. Mereka sebenarnya percaya. Kalau ditanya, siapa yang menciptakan langit dan bumi, maka mereka akan menjawab, Allah. Itu tertulis dengan jelas kok dalam Quran.” Lagi-lagi itu masalahnya. Kau menganggap apa yang tertulis dalam Quran itu sebagai kebenaran, sementara mereka tidak. Mereka tidak beriman pada Tuhan, atau Tuhan yang kamu yakini, otomatis mereka juga tidak percaya bahwa kitab sucimu berasal dari Tuhan. Mereka tidak mengimani isinya.
 
“Sombong sekali kamu, berani mendustakan ayat-ayat Allah. Padahal apalah kamu itu bila dibandingkan dengan kebesaran Allah. Coba lihat alam semesta ini, begitu besar. Jangankan kamu, bumi ini, bahkan tata surya ini hanyalah sebutir debu yang sangat kecil bila dibandingkan dengan alam semesta ciptaan Allah.” Masalahnya tetap sama. Kau percaya bahwa Allah yang menciptakan alam semesta, dia tidak. Jadi dia tidak sombong. Dia hanya tidak beriman saja.
 
“Tapi kenapa kamu tidak mau diajak kepada kebaikan? Apakah kamu puas dengan hidup berperi laku buruk? Agama ini baik. Kalau mau jadi orang baik, ikutlah aturan agama.” Masih tetap sama, kau percaya bahwa agamamu baik, dia tidak. Bagi dia, agama tidak selalu baik. Sebaliknya, kebaikan tidak hanya terdapat dalam agama. Dia yakin bisa menjadi orang baik tanpa beragama.
 
Nah, ketimbang ribut berteori soal iman, agama, dan kebaikan, kenapa tidak kau tunjukkan saja bahwa dirimu adalah orang baik? Mulailah dengan tidak memaksa orang lain.
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *