Mengapa Aku Belajar Ini?

circle

 

 

 

 

 

 

 

Mengapa Aku Belajar Ini?
 
Itu adalah pertanyaan kita waktu kecil. Sebagian dari pertanyaan itu terjawab seiring bertambahnya pelajaran dan pengalaman kita. Tapi mungkin hingga kini ada banyak bagian pertanyaan itu yang belum terjawab. Pertanyaan itu adalah pertanyaan turun temurun. Anak-anak kita sekarang juga mengajukan pertanyaan yang sama.
 
Sering kita merasa bahwa kita belajar tanpa tujuan. Mengapa aku harus tahu? Apa manfaatnya? Guru-guru biasanya sibuk mengejar target materi yang sudah ditetapkan kurikulum. Ia asyik ngebut. Murid-murid bingung. Tiadanya jawaban akan menurunkan minat anak-anak pada pelajaran, bahkan menurunkan motivasi belajar.
 
Tadi malam Sarah mengajukan pertanyaan itu. Ia sedang belajar hukum-hukum lingkaran. Muncullah pertanyaan itu. Mengapa aku perlu belajar soal lingkaran?
 
“Kamu pernah perhatikan speedometer mobil?” tanya saya.
 
“Iya.”
 
“Apa yang kamu lihat di situ?”
 
“Jarum penunjuk kecepatan mobil, sama kecepatan mesin.”
 
“Ada lagi. Jarak yang sudah ditempuh mobil.”
 
“Oh, iya, angka-angka itu ya.”
 
“Nah, bagaimana mengukur kecepatan mobil?”
 
Sarah bingung. “Kan jarak dibagi waktu. Jadi kita ukur jarak yang ditempuh, dan waktu tempuhnya.”
 
“Tapi bagaimana caranya mengukur jarak?”
 
“Pakai meteran.”
 
“Emang kamu turun dari mobil dan mengukur jarak tempuh? Nggak, kan? Kita bicara tentang speedometer. Ingat.”
 
Sarah tidak bisa menjawab.
 
“Apa bentuk ban mobil?”
 
“Lingkaran.”
 
“Kalau keliling sebuah ban adalah 0,75 meter, sekali putaran ban, berapa jarak yang ditempuhnya?”
 
“0,75 meter.”
 
“OK, kalau 2 kali berapa? Kalau 10 kali berapa?”
 
“Oh, jadi jarak yang ditempuh adalah keliling ban mobil dikali berapa banyak putarannya?”
 
“Ya. Dan tidak cuma itu. Di mobil juga diukur berapa putaran per menit. Maka pada speedometer yang mengukur kecepatan mesin ada skala rpm. Tahu singkatannya? Itu singkatan dari rotation per menit. Itu menyatakan berapa banyak sesuatu berputar dalam satu menit. Jadi itu sudah merupakan ukuran kecepatan. Dengan mengetahui keliling ban kita bisa dapat data jarak tempuh sekaligus kecepatan.”
 
Sarah paham.
 
“Nah, dalam ilmu teknik ada begitu banyak benda berputar, yang semua dasar perhitungannya adalah hukum-hukum lingkaran. Belum lagi berbagai bangun ruang atau bidang datar, yang biasa dipakai dalam desain bangunan, perhitungan volume, dan sebagainya.”
 
Sarah sepertinya sudah lebih paham. Kini ia tahu untuk apa dia belajar hukum lingkaran. Kini ia tahu bahwa ia sedang belajar seuatu yang bermanfaat.

2 thoughts on “Mengapa Aku Belajar Ini?

  1. Jacky Supit

    Ngomong2, saya kok jadi kepikiran. Berarti kalau orang memodifikasi mobilnya, rodanya di ganti yg ukurannya lebih besar/kecil, apakah itu speedometernya jadi enggak akurat lagi pak? Mohon infonya hehee

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *