Membangun Portofolio

Tulisan ini mungkin lebih cocok buat karyawan muda yang baru mulai berkarir. Anda sekarang bekerja di suatu unit di dalam organisasi besar tempat Anda bernaung. Coba Anda gambarkan struktur organisasi itu, dan tandai di mana posisi Anda sekarang. Kemudian bayangkan di mana Anda akan berada 3 tahun ke depan, kemudian 5 tahun kemudian. Tanyai diri Anda, mungkinkah target itu akan tercapai?

Bagaimana memastikan agar Anda bisa mencapai target sesuai yang Anda bayangkan tadi? Tidak ada jalan lain kecuali bahwa Anda memenuhi kualifikasi untuk menempati posisi itu. Apa kualifikasi yang dibutuhkan? Perhatikan orang-orang yang menempati posisi itu. Lihat apa yang mereka miliki. Minimal itulah yang harus Anda miliki kelak. Bila gambaran yang didapat dari mereka dirasakan masih kabur atau tidak cukup, cobalah cari gambarannya di luar perusahaan.

Mulailah membuat rencana belajar untuk mendapatkan kualifikasi tersebut. Lakukan evaluasi berkala apakah target-target dalam rencana tersebut bisa tercapai atau meleset. Bila meleset, lakukan langkah-langkah untuk mengejar ketertinggalan. Ingat, kita sedang bicara soal tercapainya kualifikasi, bukan berfokus pada posisi yang akan kita kejar.

Kita harus melihat perusahaan sebagai sebuah organisasi. Struktur tadi menjelaskan pada kita fungsi setiap bagian dari organisasi. Dari situ kita akan tahu apa fungsi setiap bagian, apa nilai strategisnya. Kemudian kita bisa sampai pada pemahaman tentang apa yang kita kerjakan, apa maknanya bagi organisasi.

Banyak orang bekerja tanpa memahami makna pekerjaan yang ia kerjakan. Ia hanya sekedar melaksanakan tugas atau perintah. Karenanya ia tidak pernah bisa belajar banyak. Ia akan menghabiskan waktu bertahun-tahun mengerjakan sesuatu yang tidak kunjung membuat skill dia tumbuh. Ia akan jadi manusia tanpa portofolio,

Pengalaman kerja tidak otomatis menjadi portofolio. Portofolio adalah satu set skill yang bisa kita tawarkan untuk menyelesaikan masalah, Seseorang dengan pengalaman serabutan tanpa struktur tidak bisa disebut punya portofolio. Sederhananya portofolio itu adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman yang bisa menjadi bekal bagi seseorang untuk melaksanakan sebuah pekerjaan, menyelesaikan masalah.

Karyawan pemula biasanya berfokus pada gaji dalam menjalani karir. Ia rela berpindah-pindah kerja demi mendapat gaji yang lebih tinggi. Bila hanya gaji yang jadi patokan, sungguh sayang, Karena masa muda adalah kesempatan terbaik untuk membangun portofolio.

Rencana belajar yang saya tulis di atas tadi adalah salah satu panduan ketika seseorang memutuskan untuk tetap di tempat sekarang atau pindah kerja. Patokannya adalah apakah dengan pilihan itu ia bisa belajar lebih lanjut untuk mengisi ruang-ruang yang masih kosong dalam rencana belajar itu, Kalau sudah terisi makan rencana ini akan berubah menjadi sebuah portofolio.

Ketika menyusun CV orang juga sering terjebak untuk sekedar membuat daftar posisi yang pernah ia lalui. Padahal ia seharusnya menjelaskan portofolionya: apa pendidikan, skill, pengalaman yang dia miliki, dan peran apa yang bisa ia mainkan dalam sebuah organisasi, Sebuah CV baru bisa menjadi sebuah dokumen portofolio kalau ia mempunya “tulang punggung” yang menghubungkan data dalam dukumen tersebut menjadi sebuah struktur yang menawarkan solusi bagi yang membutuhkan.

Tidak semua konten portofolio kita didapat dari pengalaman bekerja. Dalam banyak kasus kita harus rela berinvestasi untuk belajar ekstra tentang hal lain. Dalam organisasi besar kita biasanya hanya punya ruang gerak yang sempit. Kecil kesempatan kita untuk belajar soal lain di luar tugas rutin kita. Maka diperlukan terobosan untuk bisa belajar. Ada banyak sumber ilmu yang bisa dimanfaatkan. Mulai dari internet, buku, seminar, kursus singkat, sampai ke pendidikan formal. Pergaulan dengan kawan pun bisa menjadi sumber ilmu.

Intinya, jangan mau pergi pagi pulang petang sekedar mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan pada kita tanpa pernah tahu peta jalan yang akan kita lalui di masa depan. Tanpa peta itu kita hanya akan jadi pengembara di ruang kantor kita sendiri.

One thought on “Membangun Portofolio”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *