Logika Sesat Mayoritas-Minoritas

“Muslim kan mayoritas, sudah seharusnya mayoritas yang memimpin. Itulah demokrasi.” Demokrasi nenek lu! Di bagian mana dalam demokrasi ada dalil seperti itu? Di pasal berapa ayat berapa dalam konstitusi kita ada ketentuan seperti itu? Tidak ada.

Anda harus paham yang namanya peluang dan hasil. Ini ada di pelajaran matematika. Kalau Anda tidak paham mungkin dulu Anda tidur di kelas waktu pelajaran ini, atau IQ Anda cuma 2 digit. Begini ceritanya. Anda punya 10 bola, 8 bola berwarna merah, 2 berwarna putih. Masukkan bola itu ke dalam kotak, lalu Anda ambil dengan mata tertutup. Artinya Anda ambil secara acak.

Sebelum Anda mengambil, secara lgika matematika kita bisa katakan bahwa bola merah punya peluang lebih besar untuk terambil, karena merah adalah mayoritas. Tapi kita tidak bisa mengatakan bahwa yang terambil pasti atau harus merah. Ada 20% peluang bola putih yang terambil. Hasil akhirnya ditentukan setelah bola diambil, bukan sebelum. Kalau yang terambil adalah bola putih, itu sama sekali tidak menciderai kenyataan bahwa bola merah adalah mayoritas.

Pemilihan pemimpin mirip dengan itu, walau tidak sama persis. Seorang politikus muslim di Indonesia berpeluang terpilih lebih besar. Itu dengan asumsi bahwa pemilih akan menentukan pilihan berdasarkan pertimbangan kesamaan agama. Tapi sekali lagi tidak ada ketentuan bahwa yang mayoritas harus terpilih.

Konyolnya, kenapa mayoritas-minoritas sering dilihat dalam konteks agama? Kenapa bukan suku? Kenapa bukan yang lain, seperti soal mancung peseknya hidung? Mayoritas orang Indonesia berhidung pesek, maka sudah seharusnya pemimpin kita berhidung pesek. Haram hukumnya memilih pemimpin berhidung mancung. Oh, itu tidak relevan. Exactly! Bentuk hidung, warna kulit, suku, dan agama, itu tidak relevan dalam memilih pemimpin. Yang relevan adalah, dia mampu atau tidak, korup atau tidak.

Tapi saya paham kenapa soal agama ini orang ribut soal mayoritas dan minoritas. Karena yang ribut adalah muslim, yang mayoritas. Kalau mereka dalam posisi minoritas, mereka tidak akan memainkan faktor ini. Ini tabiat orang culas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *