Leonardo Di Caprio

1 March 2016 0 Comments

image

Penonton TV tahun 90-an tentu masih ingat dengan sosok Luke dalam film seri TV Growing Pain. Pada film seri komedi ini ia berperan sebagai anak gelandangan dari keluarga tidak harmonis, kemudian diangkat anak dalam Jason Siever.

Luke digambarkan sebagai sosok anak remaja yang nakal, karena latar belakang keluarganya, namun cerdas. Sosok ini sangat pantas diperankan Di Caprio. Sosok Luke yang masuk belakangan di seri ini segera merebut posisi sentral.

Di masa remajanya Di Caprio banyak memerankan tokoh di film layar lebar seperti Romeo & Juliet, Basketball Diaries, dan The Quick and The Dead. Lalu ia menjadi lebih tenar melalui film Titanic yang disutradarai oleh James Cameron.

Film Titanic meraih 14 nominasi Oscar, termasuk yang terbanyak dalam sejarah perfilman, dan memenangkan 11 di antaranya. Tragisnya, Di Caprio yang menjadi pemeran utama pria sama sekali tidak masuk nominasi.

Sejak itu Di Caprio tampil di banyak film, hampir semuanya bagus. Ia memerankan begitu banyak tokoh, dengan karakter yang sangat kuat. Setiap tahun sepertinya ia menunggu penuh harap untuk meraih Oscar. Ada 5 kali ia dinominasikan, tapi baru tahun ini ia meraihnya.

Perjalanan meraih Oscar bagi Di Caprio adalah perjalanan amat panjang. Bila dihitung dari peran pertamanya dalam film bagus yaitu Titanic, ia menunggu selama 19 tahun. Dari sisi umur, ia meraihnya di usia 42 tahun, cukup tua, mengingat bahwa ia telah berkarir sejak belia. Bandingkan dengan Tom Hanks yang meraihnya dinusia 35. Tapi ia tidak menyerah, dan akhirnya sukses mendapatkan Oscar.

Sukses adalah sebuah perjalanan untuk menuju atau meraih sesuatu. Sukses adalah cerita sejarah hidup seseorang. Sukses itu unik, ia punya pola yang khas, yang tidak sama bagi setiap orang.

Kita sering merasa tertekan ketika melihat orang lain sukses. Kawan-kawan kita sudah jadi ini itu, kita masih begini saja. Si A sudah meraih anu pada usia sekian, saya sudah umur segini belum apa-apa. Kita merasa hidup kita adalah persaingan kota dengan orang lain, dan kita adalah pecundang dalam persaingan itu.

Cerita sukses Di Caprio mengajarkan pada kita bahwa seseorang dengan modal hebat pun perlu merangkak sangat lama untuk meraih sukses. Tidak cuma itu. Ia mengajarkan bahwa sukses itu adalah perjalanan yang bisa dinikmati pada setiap titiknya. Namun, usaha untuk meraih impian tidak boleh redup oleh kenikmatan maupun kesusahan sepanjang perjalanan.

Di Caprio sudah melalui banyak anak tangga sukses sebelum ia meraih Oscar pertamanya. Selain 5 nominasi Oscar ia memenangkan begitu banyak penghargaan lain. Tentu saja tak boleh kita lupakan bahwa ia mendapat sangat banyak uang dari setiap perannya dalam film. Boleh dikata, setiap langkahnya adalah langkah sukses. Sepertinya ia pun tak akan berhenti dengan satu Oscar saja.

Sukses adalah perjalanan laksana mendaki gunung. Perjalanan itu menanjak, tidak mudah.  Jangan menyerah, karena setiap langkah kita adalah satu langkah mendekat ke tujuan. Nikmati saja apa yang bisa dinikmati dalam setiap langkah kita. Lalu yang terpenting, kita tidak berpuas diri ketika tujuan sudah tercapai. There is always one mountain left to climb.

 

 

One thought on “Leonardo Di Caprio”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *