Kisah Hikmah Minus Nalar

Kisah Hikmah Minus Nalar
 
Alkisah, ada orang alim, namanya Barshiha. Ia selalu tekun beribadah, sehingga malaikat kagum padanya. Tapi Allah berkata lain. TakdirNya menentukan ia akan mati dalam keadaan kafir. Sebabnya karena khamar.
 
Nah, rupanya ada iblis yang mencuri dengar cerita itu. Ia kemudian pergi menemui Bashira, menyamar sebagai orang alim pula. Ia tinggal di rumah Bashira dan beribadah dengan sangat khusu’, sampai ia mampu mengalahkan kehebatan Bashira dalam beribadah. Ia bisa beribadah tanpa makan, minum, dan tidur. Akhirnya timbul rasa penasaran pada Bashira.
 
“Bagaimana caranya hingga engkau bisa beribadah seperti itu?”
 
“Aku dulu pernah berbuat dosa. Kalau aku mengingat dosaku, ibadahku akan lebih khusyu’ sampai aku tak memerlukan makan, minum, dan tidur.”
 
“Jadi untuk bisa seperti itu aku harus bagaimana?”
 
“Kamu harus berbuat dosa dulu.”
 
Bashira ditawari untuk membunuh, berzina, atau minum khamar. Bashira memilih untuk minum khamar, yang dosanya dia anggap paling ringan. Ia pergi membeli khamar, kemudian meminumnya. Dalam sekejap ia mabuk, kemudian memperkosa perempuan penjual khamar. Takut perbuatannya diadukan, ia akhirnya membunuh perempuan itu.
 
Iblis kemudian mengadukan perbuatan Bashira kepada polisi. Ia ditangkap dan dihukum mati. Pada saat akan dihukum mati iblis menawarkan keselamatan, asalh Bashira mau berikrar kafir. Bashira menurut, ia berikrar kafir. Tapi iblis menipunya. Ia tidak diselamatkan, dan dibiarkan mati dalam keadaan kafir.
 
Pernah dengar cerita ini? Konon cerita ini termuat dalam kitab Durratun Nashinin. Cerita-cerita semacam ini kerap diceritakan oleh para ustaz. Inti pesannya: Khamar adalah induk segala kejahatan. Minum khamar bisa membuat orang melakukan berbagai kejahatan lain. Sounds familiar?
 
Cerita ini sama sekali tidak bersumber pada riwayat sahih. Ini bukan kisah nyata, melainkan hanya rekaan belaka. Herannya, orang bisa membuat rekaan cerita yang melibatkan Allah. Tapi cerita ini dipercaya banyak orang, menjadi salah satu referensi soal pandangan soal khamar. Membaca ini membuat orang percaya bahwa begitulah cara kerja khamar.
 
Cerita seperti ini sejak awal didesain untuk mematikan nalar. Pokoknya percaya, dan dengan kepercayaan itulah orang-orang memandang dunia. Cerita ini menjadi semacam rujukan iman. Artinya, iman yang dikembangkan memang iman yang betul-betul akan mematikan nalar.Sedihnya, cerita-cerita sejenis ini cukup banyak beredar dalam berbagai kajian Islam.
Mungkin memang penting untuk mematikan nalar manusia, agar mereka tunduk dan patuh. Entahlah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*