Jepang Oleng, Bagaimana Negeri Muslim?

islamic-countriesSebenarnya kita terlalu mewah kalau berani menganalisa keadaan Jepang sampai meramalkan keruntuhannya. Memangnya kita ini siapa? Indonesia ini sudah punya apa? Puluhan tahun ekonomi kita ini tergantung pada sumber daya alam. Sejak 30 tahun yang lalu pendapatan kita yang semula dari minyak, mulai menurun. Tapi produk penggantinya belum kunjung muncul.

Industri? Industri kita masih sebatas jadi tukang jahit, tukang rangkai, dan makelar. Kita tidak punya core technology untuk mendukung industri. Perusahaan-perusahaan raksasa kita hanya pemain uang. Putar uang untuk mendapatkan tambahan uang. Tapi nyaris tak ada yang punya teknologi, menghasilkan produk yang bisa dijual.

Bagaimana dengan negeri muslim yang lain? Tak banyak beda. Beberapa malah lebih buruk. Malaysia dan India mungkin setaraf dengan kita. Pakistan, Bangladesh, dan negara-negara Afrika, jauh di bawah kita. Negara-negara petrodolar di kawasan Teluk Persia sana hanya punya uang. Sumber daya manusia tak berkembang. Percayakah Anda bahwa Arab Saudi yang demikian kaya itu ternyata tak punya banyak perguruan tinggi?

Tentu kita tak lupa dengan negara-negara Islam yang masih sibuk berperang. Irak, Suriah, Yordania, Lebanon, Afganistan. Jangan berharap akan ada pembangunan di situ.

Apa kesibukan orang-orang Islam? Selain sibuk berbunuhan, mereka sibuk saling tuding, saling klaim kebenaran. Sunni vs Syiah vs Ahmadiyah. Tak jarang saling cakar juga. Lalu mereka juga masih sibuk bermimpi membangun negara syariat, berdasar syariat Islam. Lho, bukankah sudah ada banyak negara Islam seperti Saudi, dan negara-negara Arab itu? Apa yang bagus dari negara-negara itu? Oh, itu karena mereka belum menerapkan Islam secara kaffah. Coba kalau kaffah, pasti bagus. Lalu, mana negara Islam yang kaffah itu? Belum berdiri. Kapan? Pokoknya nanti akan berdiri.

Sebentar. Kalau bagus, kenapa berdiri saja tidak sanggup? Kalau berdiri saja tidak sanggup, itu namanya lumpuh. Yang lumpuh tidak mungkin bagus.

Sudahlah. Berhentilah bermimpi soal negara syariah. Bukti kegagalannya sudah banyak, bukti keberhasilannya hanya ada di masa lalu. Itupun masih sangat bisa diperdebatkan. Mimpi-mimpi tentang negara syariat ujungnya hanya akan menjadikan kita negara hancur seperti banyak negara di Timur Tengah sana. Lebih baik yang nyata saja deh, bekerja untuk Indonesia yang sekarang ini, membuatnya jadi lebih baik, tanpa syariah.

4 thoughts on “Jepang Oleng, Bagaimana Negeri Muslim?”

  1. kutipan kata2 akang ini “membuatnya jadi lebih baik, tanpa syariah.” mnrt sy keluar dari apa yg di lakukan seorang muslim. Tidur, makan, nikah & mati dsb membutuhkan syariat kang

  2. Kalau mau lihat contoh negara Islam, hanya ada satu contoh saja pada saat ini yaitu Islamic Republic of Iran. Dengannya Anda akan bangga menjadi Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *