Jakarta di Era Transportasi Massal

Peta-Jaringan-Kereta-Urban-JakartaSejak beberapa minggu yang lalu ada pemandangan menarik perhatian saya di sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek. Di pinggir jalan ada beberapa titik konstruksi. Apa ini? Kabar yang belum bisa saya konfirmasi menyebutkan bahwa ini adalah pembangunan stasiun untuk LRT untuk rute Bekasi-Jakarta. Jadi nanti akan ada jalur kereta dari Bekasi ke Jakarta. Dalam rencana jangka panjang jalur ini akan sampai ke Cikarang.

Tadi pagi saya beruntung bisa mengunjungi satu sisi pembangunan MRT Jakarta, masuk ke lokasi pengeboran di dekat rencana stasiun di Bundaran HI. Proyek ini sedang berjalan, dan sejauh ini berjalan lancar. Beberapa kontraktor Jepang bekerja sama dengan kontraktor lokal sedang menjalankan proyek pembangunan ini. Saya tidak bisa menyimpan rasa bahagia saya melihat proyek ini. Pertama, saya sangat kagum melihat teknologi konstruksi, khususnya teknologi pengeboran terowongan. Kedua, proyek ini nantinya akan mengubah Jakarta secara drastis. Ini mungkin akan jadi poin yang sangat penting dalam sejarah pertumbuhan Jakarta. Ini adalah titik revolusi dari Jakarta tradisional menjadi Jakarta modern.

Selama ini Jakarta telah tumbuh menjadi kota yang tidak masuk akal. Semua serba tambal sulam. Tidak ada master plan yang baik dalam pembangunannya. Master plan yang ada banyak yang tidak dijalankan, bahkan diselewengkan. Khusus di bidang transportasi, Jakarta selama ini tidak punya moda transportasi yang layak. Teman-teman saya orang Jepang berkomentar, Jakarta adalah kota yang tidak masuk akal. Tidak masuk akal ada kota dengan sekian juta penduduk tapi tidak memiliki sistem transportasi massal.

Kota Jakarta yang macet tidak menyediakan transportasi umum yang memadai. Fasilitas jalan raya juga jauh dari cukup. Maka pertumbuhan kemacetan menggila. Berpuluh tahun kita biasa mengeluh soal macet, tanpa ada harapan bahwa masalah ini akan ditangani.

Masuk ke proyek MRT tadi pagi benak saya dipenuhi oleh harapan. Ini adalah sebuah realisasi dari janji pemerintah. Realisasinya sudah di depan mata, tinggal menunggu tanggal main, saat sarana ini diresmikan dan dinikmati. Setelah proyek MRT ini, nanti akan menyusul proyek LRT, dan berbagai moda transportasi lain, yang akan menjadikan Jakarta sebagai kota yang “masuk akal”, yang memiliki sistem transportasi memadai. Dalam waktu 10-15 tahun ke depan proyek-proyek ini akan menjadi nyata.

Mengapa baru sekarang? Mungkin lebih baik untuk tak banyak-banyak bertanya membuka masa lalu. Yang jelas sekarang kita merasakan pemerintah yang bekerja. Efek pekerjaannya terasa begitu nyata. Jakarta tahun ini tidak dilanda banjir besar. Ada pengurangan nyata pada angka kemacetan. Perbaikan-perbaikan lain segera menyusul.

Harapan kita tentu saja tidak hanya Jakarta. Surabaya dan Bandung juga berbenah. Semarang semoga bisa menyusul. Lalu Medan, Makasar, Denpasar, dan berbagai kota lain. Di wilayah-wilayah yang lebih terpencil juga dilengkapi dengan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan. Kalau ada hasil nyata seperti ini rasanya kita tidak perlu gondok lagi kalau dipunguti pajak, atau bila ada subsidi yang dihapus.

Kunci dari semua ini memang dipegang oleh para pemimpin, baik di tingkat nasional maupun daerah. Peran kita adalah memilih pemimpin yang baik: jujur, amanah, cakap, dan punya visi. Yuk, mari pilih pemimpin yang baik, untuk Indonesia yang lebih baik.

One thought on “Jakarta di Era Transportasi Massal”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *