Jacquard Loom, Mesin Tenun dengan Program Mekanis

DSC_0125Kain tenun yang kita pakai pada dasarnya adalah anyaman benang. Ada ribuan benang disusun sejajar secara vertikal, lalu ada ribuan pula benang horizontal yang dipasang turun naik di sela-sela benang vertikal tadi. Di satu titik ia dipasang di bawah benang vertikal, di benang vertikal sebelahnya ia berada di atas. Begitu seterusnya.

Berbagai motif di kain bisa dihasilkan dengan kombinasi warna benang vertikal, juga dengan kombinasi jumlah benang vertikal dan horizontal yang saling berselang-seling tadi. Proses sederhananya dapat kita perhatikan pada anyaman tikar pandan yang biasa dibuat di desa-desa.

Proses penenunan pada masa awal dilakukan dengan tangan. Kombinasi atas bawah maupun kombinasi warna dilakukan dengan tangan manusia. Nah, bagaimana bisa proses ini dimekanisasi?

Itulah yang dilakukan oleh Joseph Marie Jacquard (1752–1834) seorang pengusaha tenun dari Perancis. Ia menciptakan sistem yang boleh disebut sebagai mesin tenun otomatis pertama. Dengan melubangi papan-papan kecil Jackuard menandai benang mana yang akan naik atau turun pada suatu hitungan benang horizontal. Ia juga menandai berapa jumlah benang yang akan naik atau turun. Papan-papan kecil ini digabung menjadi untaian panjang. Dengan papan ini proses penenunan dapat dilakukan secara otomatis.

Mungkin sistem ini dapat disebut sebagai sistem otomatis pertama dalam sejarah umat manusia. Papan-papan Jacquard tadi adalah program yang memberi perintah pada mesin untuk melakukan pekerjaan yang diinginkan. Kini perintah itu dinyatakan dalam bahasa mesin yang semuanya berbasis pada kombinasi digit 0 dan 1, tentu saja dalam format yang lebih rumit. Tapi prinsip dasarnya adalah sama.

Program komputer pada dasarnya adalah sederet kode untuk menerjemahkan logika manusia menjadi kegiatan mesin. Dulu hal ini dilakukan dengan sistem mekanis, sekarang dengan perangkan elektronik. Logika dasarnya sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *