Didatangi Missionaris Saksi Yehovah

Suatu hari pintu apartemen saya diketuk orang. Saya intip, pengetuknya orang Jepang, 2 orang perempuan. Siapa ya? Yang datang bukan orang yang saya kenal.

Saya bukakan pintu.

“Konnichiwa.”

“Konnichiwa.”

“Boleh kami ganggu sebentar? Kami mau membagikan beberapa informasi,” katanya ramah.

Saya persilakan mereka masuk. Istri saya menghidangkan teh setelah mereka duduk. Lalu mereka menyodorkan selembar pamflet berbahasa Inggris.

“Apa ini?” tanya saya.

“Kami dari Saksi Jehovah,” katanya memperkenalkan diri.

Saya pernah membaca sedikit tentang sekte ini. Boleh dibilang ini adalah suatu aliran Kristen, karena sumber ajarannya adalah ajaran Yesus. Tapi agak keliru juga kalau disebut Kristen, karena mereka menolak konsep Trinitas. Menurut mereka, Yesus itu bukan Tuhan, melainkan makhluk yang diciptakan langsung oleh Tuhan melalui firman-Nya.

Saya ladeni mereka berbincang, dengan menjelaskan bahwa saya muslim. Dalam konsep iman Islam, Yesus juga tidak dianggap Tuhan, melainkan seorang nabi.

Saya ajak mereka bertukar cerita tentang iman, tapi sepertinya mereka tak begitu menguasai. Mereka hanya berminat mengajak saya datang ke pertemuan rutin yang mereka selenggarakan. Saya jawab dengan basa-basi Jepang, bahwa mungkin suatu saat saya akan datang. “Itsuka ikimasu,” kata saya.

Minggu berikutnya mereka datang lagi. Saya terima mereka masuk, tapi obrolan menjadi sangat membosankan. Saya tidak ingin meladeni mereka lagi. Minggu berikutnya mereka datang, tidak saya bukakan pintu.

Itu adalah contoh tentang umat yang sedang bedakwah. Macam-macam metodenya. Itu adalah sifat alami sebuah ajaran yang diyakini orang. Mereka ingin menyebarkannya, mengajak orang lain menganut ajaran yang sama. Orang-orang Islam juga melakukannya.

Yang penting dalam berdakwah adalah, sampaikan dengan sopan. Jaga tata krama. Karena berdakwah itu menyampaikan yang baik. Kebaikan tidak mungkin disebar dengan cara yang buruk.

Yang menerima ajakan, abaikan saja kalau tidak memerlukannya. Tolak dengan halus, selama mereka tidak mengganggu. Saya tolak mereka secara baik-baik. Saya tidak tersinggung dengan dakwah mereka. Juga tidak saya anggap mereka hendak memurtadkan saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *