Memegang Kendali Pendidikan Anak

Banyak orang yang menjadikan sekolah sebagai tumpuan bagi pendidikan anak-anaknya. Bahkan, tidak sedikit yang seolah telah membebaskan dirinya dari kewajiban mendidik anak-anaknya, setelah ia memasukkan anaknya ke sekolah. Segala sesuatu

Anak Membutuhkan Perhatian

Seorang ayah mengeluh pada saya. “Anak saya, umur 4 tahun. Sekarang agresif sekali. Kalau dia marah, dia mengamuk. Teriak keras-keras. Ia melempar-lempar. Kemarin mobil saya disambit batu oleh dia. Apakah

Saya Kira Saya sudah Mendidik Anak

Seorang teman saya mengeluh soal anaknya. “Masak dia gagal masuk Universitas X (dia menyebut sebuah PTN ternama). Padahal bapak ibunya sama-sama lulusan situ,” keluhnya. “Lho, memangnya seleksi masuk PTN sudah

Menghafal itu bukan Belajar

Salah satu kegemasan saya soal pendidikan di Indonesia adalah soal kebiasaan menjadikan kegiatan menghafal sebagai bagian utama dari proses belajar. Ini dilakukan secara sadar maupun tidak. Yang dilakukan secara sadar

Galau-galau Cinta

              Bagi yang tidak merasakan, mungkin galau cinta bisa dianggap sekedar bahan untuk bercanda atau ejek-ejekan. Tapi masalah sepele ini bisa betul-betul merusak. Pendidikan