Bekerja untuk Bangsa

merahSetiap pagi di Jabodetabek saja ada jutaan orang keluar rumah menuju tempat kerja. Ada yang menenteng tas berisi lapotop, map berisi dokumen, linggis dan cangkul, atau bertangan kosong. Ada yang naik mobil, bis, kereta, sepeda motor, bahkan naik truk atau berjalan kaki. Di seluruh pelosok negeri ada ratusan juta orang, melakukan hal yang sama. Pergi untuk apa? Bekerja. Untuk apa bekerja? Cari makan.

Tidak. Kita semua bekerja tidak sekedar mencari makan. Kita semua bekerja untuk bangsa Indonesia. Tahukah kau bahwa setiap tindak tanduk anak bangsa memberi sumbangan pada bangsa ini? Kalau tindak tanduknya baik, maka baik pula sumbangannya. Bila buruk, maka buruk pula sumbangannya.

Banyak orang tak menyadari soal sumbangan ini. Mereka merasa bekerja hanya cari makan. Maka ia gagap ketika ditanya soal apa sumbangannya untuk bangsa. Atau sebaliknya. Ada orang-orang yang merasa telah berbuat nyata, dan ia gagal melihat sumbangan orang lain. Maka ia bertepuk dada, bahwa hanya dia yang berkarya.

Seorang tukang sapu di pinggir jalan menyumbangkan tenaganya untuk memastikan jalan bersih dari sampah. Jalan bersampah mengotori lingkungan, menebar penyakit, dan memberi ancaman banjir. Ia memastikan hal-hal buruk itu tidak terjadi. Buruh-buruh pekerja bangunan menyumbangkan tenaganya untuk pembangunan fisik. Karyawan perusahaan menjadi bagian dari perusahaan, memastikan perusahaan beroperasi menggerakkan roda ekonomi. Dan seterusnya.

Setiap orang bekerja, menjadi bagian dari bangsa ini, laksana sebuah sekerup pada sebuah mesin maha besar. Setiap orang memastikan peran dan sumbangannya, membuat mesin besar itu bekerja. Itulah yang menjadikan kita sebuah bangsa.

Makin besar produktivitas tiap orang, makin besar pula lah produktivitas sebuah bangsa. Makin sejahtera setiap orang, makin tinggi pula tingkat kesejahteraan sebuah bangsa. Makin sehat setiap orang, makin tinggi tingkat kesehatan sebuah bangsa.

Sekali lagi, setiap orang berkontribusi.Setiap orang yang mampu, membayar pajak, yang akan dipakai untuk berbagai keperluan bersama. Setiap orang yang bekerja, menghasilkan sesuatu, memastikan bahwa ia tidak menjadi beban bagi bangsa. Semakin banyak orang yang jadi beban, makin terpuruk sebuah bangsa.

Jadi, mari kita bekerja. Mari kita pastikan bahwa pekerjaan kita tidak memberi sumbangan kerusakan bagi bangsa, baik secara fisik maupun mental. Mari bekerja dengan menyadari bahwa setiap orang di sekitar kita juga bekerja, menyumbangkan sesuatu untuk bangsa. Sehingga kita tak perlu jumawa, seolah hanya kita saja yang berkarya.

Di atas semua itu, jangan sampai ada yang bekerja keras untuk menjadikan Indonesia ini kelak sebagai provinsi atau negara bagian dari sebuah imperium.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *