Apa Manfaat Puasa Kita?

Puasa itu ada ongkosnya. Menjelang bulan puasa pemerintah harus jaga-jaga. Stok beberapa jenis bahan pangan harus diamankan, agar tak kekurangan. Ironi memang. Ini kan ceritanya mau mengurangi makan, tapi yang terjadi sebaliknya stok bahan pangan harus ditingkatkan. Intinya, pemerintah harus bekerja ekstra untuk membantu umat Islam beribadah.

Polisi juga harus kerja ekstra. Kabarnya, menjelang dan selama bulan puasa kriminalitas meningkat. Agak pening kepala kita menalarnya, tapi memang begitulah adanya.

Bulan puasa itu adalah ujian nasional bagi umat Islam. Bayangkan, 200 juta manusia serentak mengikuti ujian. Bedanya dengan ujian sekolah adalah pada papan peringatan. Pada ujian sekolah peringatannya berbunyi,”Harap tenang, jangan ribut, ada ujian.” Untuk ujian nasional umat Islam ini papan peringatan berbunyi,”Ada ujian puasa, harap maklum kalau berisik.” Begitulah, seantero negeri harus memaklumi kebisingan selama bulan puasa.

Masih ada sejumlah pemakluman lain. Warung-warung makan harus ditutup, atau minimal diberi tirai penutup. Bahkan warung nasi babi yang seharusnya tak punya konsumen muslim harus ikut tutup. Tempat-tempat hiburan, kedai minum, panti pijat, semua yang sebenarnya haram didatangi orang Islam harus ditutup.

Pokoknya, ada begitu banyak pemakluman yang harus dilakukan agar kaum muslimin bisa berpuasa. Nah, pertanyaannya adalah, hasilnya apa? Pertanyaan ini sah dan sahih. Ibarat seorang ibu yang sudah capek-capek mempersiapkan anaknya untuk ikut ujian, dia berharap anaknya lulus. Nah, luluskah umat Islam dalam ujian puasa ini? Apa buktinya?

Puasa katanya membuat orang jadi bertakwa. Apa faedah ketakwaanmu? Kau jadi lebih rajin dan khusuk dalam ibadah salat. Itu baik untukmu. Tapi apa faedahnya bagi orang lain yang sudah berkorban untuk puasamu?

Kau jadi lebih tertib bayar zakat dan rajin sedekah. Alhamdulillah, itu banyak manfaatnya. Tapi benarkah? Yang terlihat, sedekah hanya ramai selama bulan puasa.

Lalu, apa lagi? Apakah kau menjadi manusia yang lebih baik setelah puasa? Apakah kau jadi orang yang lebih tertib? Jadi lebih disiplin dan produktif? Apakah kau jadi lebih bermanfaat bagi manusia yang lain? Apakah kehadiranmu membuat suasana lebih damai? Apakah kau berhenti korupsi?

Atau, puasa ini hanyalah acara rutin tahunan yang merepotkan banyak orang? Apa jawabanmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *