Anda Orang Indonesia, Bertindaklah sebagai Orang Indonesia

Ada yang nulis panjang lebar soal Anda muslim, bertindaklah selaku muslim. Intinya, kalau muslim ya haram memilih pemimpin non muslim. Ya terserah deeeeh.
 
Kalau saya mah lebih sederhana. Anda orang Indonesia, bertindaklah seperti orang Indonesia. Dalam memilih pemimpin panduan kita jelas, konstitusi. Dalam konstitusi kita setiap warga negara berkedudukan sama di depan hukum. Sama dalam hal hak dan kewajiban. Hak untuk memilih dan dipilih. Hak itu tidak dibedakan atas dasar suku, agama, ras, maupun golongan.
 
Saya orang Indonesia sekaligus seorang muslim. Mematuhi konstitusi tidak menjadikan saya ingkar terhadap Islam. Kalau Anda merasa dalam bernegara dan mematuhi konstitusi Anda harus melanggar syariat Islam, maka saya anjurkan Anda untuk mengubah konstitusi. Oh ya, golongan ini sebenarnya sudah berusaha untuk itu, melalui amandemen UUD, dengan mencoba memasukkan unsur-unsur 7 kata dari Piagam Jakarta. Hasilnya? Kagak laku. Artinya apa? Orang-orang muslim kebanyakan memang tidak butuh negara Islam, kok.
 
Jadi, bagaimana? Anda tidak punya pilihan lain. Patuh pada konstitusi, atau pindah ke negara dengan konstitusi berdasarkan syariat Islam. Asal tahu saja, kalau Anda misalnya pindah ke Saudi, boro-boro mereka mau terima.
 
Tapi apa salahnya kalau seorang muslim menginginkan pemimpin muslim juga? Tidak salah. Yang salah adalah menyalah-nyalahkan orang yang bersikap sebaliknya. Mau debat fiqh? Perdebatannya sudah berlangsung berabad-abad. Kubunya tetap ada 2. Yang membolehkan ada, yang melarang ada. Emang ada yang mebolehkan? Yaelaaah, baca napa?
 
Yang menganggap yang membolehkan itu sesat dan sebagainya itu sebenarnya adalah orang yang sama sekali tidak mengerti Islam. Orang yang pernah ngaji dengan benar akan tahu ushul fiqh. Orang yang pernah ngaji ushul fiqh akan tahu bahwa pendapat seseorang yang faqih tidak bisa menyalahkan pendapat faqih yang lain. Nah, kita, orang awam, tinggal ikut pada pendapat-pendapat itu. Bah, kalau kelasnya lulusan ITB mau nyalahin, addduuuuuh deh.
 
Jadi, kalau ada yang bilang seolah-olah memilih pemimpin dari kalangan non muslim adalah sikap yang tidak mencerminkan kemusliman, kira-kira dia sedang mengatakan bahwa kemusliman kita diragukan atau tidak sah. Lhaaaaa, emang situ siapa? Seorang mujtahid beneran tidak akan berkata seperti itu. Tapi kalau mujtahid karbitan lulusan pesantren kilat, bisa saja sih.
 
Saya orang Indonesia, saya mematuhi konstitusi. Banyak orang Indonesia, cari makan di Indonesia, tapi memimpikan jadi warga negara lain, atau berpikir seperti warga negara lain. Ini manusia salah kamar. Atau, ini manusia jenis benalu.

2 thoughts on “Anda Orang Indonesia, Bertindaklah sebagai Orang Indonesia”

  1. Mengapa pilihannya cuma itu? sebagai warga negara yang merdeka kita juga memiliki hak konstitusional untuk abstain ataupun golput. Mau milih pemimpin islam mangga, yang non islam ya silahkan, tapi kalau calon yang ada tidak sesuai dengan standar masing2 ya abstain aja. Abstain itu juga merupakan sikap politik yang dilindungi oleh undang2 negara. so….mau pilih apa?

  2. indonesia terdiri dr berbagai macam suku,ras,agama yg berbeda2.. indonesia merupakan suatu kelompok masyarakat yg majemuk..tak ada paksaan dan tak boleh ada kekangan dan intimidasi dr siapa pun..berhak mengeluarkan pendapat..jadilah org indonesia yg pintar..bukan membela krn faktor suku,agama dll..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *