Adam dan Hawa Berbahasa Apa?

adam


Coba Anda cari jawaban atas pertanyaan itu di Google, apa yang Anda temukan? Kalangan Judeo-Kristian menganggap bahwa bahasa yang dipakai Adam adalah bahasa Ibrani. Alasannya merujuk pada nama-nama yang dipakai saat itu, seperti Hawa, yang merupakan bahasa Ibrani. Berdasarkan alasan itu muncullah anggapan bahwa bahasa Ibrani adalah induk bahasa manusia, sebagaimana Adam adalah induk semua manusia.
 
Bagaimana dengan Islam? Saya belum menemukan bahasan yang memadai dari para ulama tentang hal ini. Tapi tak sulit untuk menduga bahwa umat Islam pun akan berpikir dengan cara yang sama seperti orang-orang Yahudi dan Kristen. Jadi, ada di kalangan umat Islam yang mengklaim bahwa Adam berbahasa Arab, yang diajarkan langsung oleh Allah.
 
Apa kata sains? Sains tidak menganggap manusia berasal dari Adam. Sains tidak menganggap Adam itu wujud sebagai tokoh sejarah, melainkan hanya sebagai legenda tradisional Yahudi. Sains berteori bahwa manusia modern adalah produk evolusi dari berbagai jenis manusia purba yang tersebar di muka bumi. Ada pula yang berpendapat bahwa terjadi migrasi besar-besaran dari Afrika sekitar 50 ribu tahun yang lalu, ke berbagai tempat di bumi. Mereka menggantikan manusia-manusia purba yang telah punah.
 
Tapi bukankah ada istilah “Adam dan Hawa genetik” dalam sains? Ya, beberapa peneliti berpendapat bahwa mengatakan bahwa secara genetik seluruh manusia yang ada saat ini bersumber pada satu orang manusia laki-laki dan satu perempuan. Mereka diperkirakan hidup sekitar 135 ribu tahun yang lalu. Nah, bukankah itu sesuai dengan ajaran kitab suci? Banyak kalangan khususnya Kristen yang bergembira dengan hal ini. Tidak perlu heran, baik di Islam maupun Kristen banyak penggemar gathukan.
 
Faktanya, yang disebut Adam dan Hawa genetis itu bukanlah manusia pertama yang hidup di bumi. Keduanya hidup terpisah, tidak kenal satu sama lain. Tentu saja tidak pernah bersenggama sebagai pasangan. Dalam pengertian genetis, keduanya hanyalah satu dari ribuan manusia yang hidup pada zaman itu yang secara genetis tersambung dengan manusia modern.
 
Kembali ke soal bahasa, para ilmuwan membangun teori perkembangan bahasa yang paralel dengan teori evolusi. Bahwa manusia mengembangkan kemampuan bahasanya seiring dengan berkebangnya fisik manusia, termasuk perkembangan otak, sistem saraf, dan organ lain seperti mulut dan tenggorokan. Ada yang menganggap bahasa itu berkembang secara berkesinambungan, ada pula yang menganggapnya terputus. Diperkirakan pada suatu periode terjadi “lompatan” pada perkembangan fisik manusia secara tidak berkesinambungan, di mana kemampuan pada periode berikutnya jauh lebih baik dari periode sebelumnya.
 
Manusia diperkirakan mulai menciptakan bahasa dari ekspresi sederhana yang secara refelek terlontar saat ia merasa kesakitan atau marah. Bunyi-bunyi itu kemudian berkembang menjadi bunyi yang lebih berbentuk, yang kemudian dipakai bersama. Ada pula teori yang mengatakan bahwa bahasa dibentuk dari peniruan terhadap bunyi-bunyi hewan. Selain itu ada pula yang beranggapan bahwa bahasa tercipta dari hubungan antara ibu dan anak.
 
Ada begitu banyak teori perkembangan bahasa. Yang jelas kita ketahui bahasa verbal itu kita pelajari dari interaksi antar manusia. Seseorang yang sejak bayi hidup sendiri tidak akan punya bahasa verbal. Hal itu bisa kita simpulkan dari pertumbuhan kemampuan berbahasa anak-anak kita. Atau, bisa kita lihat bagaimana orang tuna rungu yang tidak punya kemampuan berbahasa verbal.
 
Jadi, Adam dan Hawa berbahasa apa? Jawabannya tergantung pada jenis jawaban apa yang Anda inginkan. Bila basisnya adalah iman, maka mereka berbahasa Ibrani, kalau Anda memilih iman Yahudi atau Kristen. Bagi yang beriman Islam, jawabannya (mungkin) bahasa Arab. Orang Buddha dan Hindu tidak mengenal Adam dan Hawa, jadi jawaban mereka kosong, alias tidak ada. Begitu pula dengan sains.
 
 

One thought on “Adam dan Hawa Berbahasa Apa?

  1. Jacky Supit

    Saya Kristen Kang. Tapi jawaban saya bukan bahasa ibrani. Jawaban saya bahasa mereka adalah bahasa tubuh. Yah kurang lebih seperti film-film orang pra sejarah yg kita lihat. Misalnya bilang laper mungkin bahasanya adalah menunjuk perut atau memberi simbol seperti sedang menyuap makanan ke mulut.
    Seiring berjalan waktu, bahasa mereka berkembang menjadi lebih baik. Sama seperti bahasa Indonesia yg sampai sekarang juga terus berkembang.
    Zaman orang tua saya dulu belum ada istilah bbm-an / chatting, tapi di KBBI beberapa tahun lagi mungkin akan ada istilah tersebut.
    Tapi.. Yah semua kan hanya teori. Kebenaran muthlak baru akan kita bisa tanya nanti sama Tuhan setelah kita dipanggil menghadap, ya kan kang? Hehe 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *